Kamis, 12 April 2018

Pengertian Skala Pengukuran
Skala merupakan prosedur pemberian angka-angka atau symbol lain kepada sejumlah ciri dari suatu objekPengukuran adalah proses, cara perbuatan mengukur yaitu suatu proses sistimatik dalam menilai dan membedakan sesuatu obyek yang diukur atau pemberian angka terhadap objek atau fenomena menurut aturan tertentu. Pengukuran tersebut diatur menurut kaidah-kaidah tertentu. Kaidah-kaidah yang berbeda menghendaki skala serta pengukuran yang berbeda pula. Misalnya, orang dapat digambarkan dari beberapa karakteristik : umur, tingkat pendidikan, jenis kelamin, tingkat pendapatan.
Skala pengukuran merupakan seperangkat aturan yang diperlukan untuk mengkuantitatifkan data dari pengukuran suatu variable. Dalam melakukan analisis statistik, perbedaan jenis data sangat berpengaruh terhadap pemilihan model atau alat uji statistik. Tidak sembarangan jenis data dapat digunakan oleh alat uji tertentu. Ketidaksesuaian antara skala pengukuran dengan operasi matematik /peralatan statistik yang digunakan akan menghasilkan kesimpulan yang tidak tepat/relevan
Ada 5 Skala Pengukuran Sikap Antara Lain
 A. SKALA LIKERT
Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Contoh :. 
1.Sangat Setuju
2.Setuju
3.Ragu-ragu
4.Tidak Setuju
5.Sangat Tdk Setuju
Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena sosial. Dalam penelitian, fenomena sosial ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian.
Dengan skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan, baik bersifat favorable (positif) bersifat bersifat unfavorable (negatif).
Jawaban setiap item instrumen yang mengunakan skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negative. Sistem penilaian dalam skala Likert adalah sebagai berikut:
·         Sangat setuju/baik (5), setuju/baik (4), ragu-ragu (3), tidak setuju/baik (2), sangat tidak setuju/baik (1), atau
·         Sangat setuju/ baik (1), setuju/ baik (2), ragu-ragu (3), tidak setuju/ baik (4), sangat tidak setuju/ baik (5).
Contoh :
No.
Pernyataan
Jawaban
SS
S
RR
TS
STS
1
Kita harus menjaga kebersihan





2
Kita harus mematuhi peraturan





3
…………………………………………………





SS   = Sangat Setuju                                         TS   = Tidak Setuju
S     = Setuju                                                     1STS = Sangat Tidak Setuju
RR  = Ragu-Ragu

B. SKALA GUTTMAN
Skala pengukuran dengan tipe ini, akan di dapat jawaban yang tegas, yaitu ya atau tidak, benar atau salah, pernah atau tidak, positf atau negatif, dan lain-lain. Data yang diperoleh dapat berupa data interval atau rasio dikhotomi (dua alternatif). Jadi kalau pada skala Likert terdapat interval 1,2,3,4,5 interval, dari kata “sangat setuju” sampai “sangat tidak setuju”, maka dalam skala Gutmann hanya ada dua interval yaitu “setuju atau tidak setuju”. Penelitian menggunakan skala Guttman dilakukan bila ingin mendapatkan jawaban yang tegas terhadap suatu permasalahan yang di tanyakan.
Contoh :
Apakah anda setuju dengan kenaikan harga BBM ?
a. Setuju                      b. tidak setuju

C. SKALA THURSTONE
Skala Thurstone adalah skala yang disusun dengan memilih butir yang berbentuk skala interval. Setiap butir memiliki kunci skor dan jika diurut, kunci skor menghasilkan nilai yang berjarak sama. Skala Thurstone dibuat dalam bentuk sejumlah (40-50) pernyataan yang relevan dengan variable yang hendak diukur kemudian sejumlah ahli (20-40) orang menilai relevansi pernyataan itu dengan konten atau konstruk yang hendak diukur.
Contoh skala penilaian model Thurstone adalah seperti gambar di bawah ini.
Nilai 1 pada skala di atas menyatakan sangat tidak relevan, sedangkan nilai 11 menyatakan sangat relevan.
Contoh : minat siswa terhadap pelajaran kimia
No.
Pernyataan
Jawaban
7
6
5
4
3
2
1
1
Saya senang belajar kimia







2
Pelajaran kimia bermanfaat







3
Saya berusaha hadir tiap pelajaran kimia







4
Saya berusahan memiliki buku pelajaran kimia







Contoh lain : Angket yang disajikan menggunakan skala thurstone
Petunjuk : Pilihlah 5 (lima) buah pernyataan yang paling sesuai dengan sikap anda terhadap pelajaran matematika, dengan cara membubuhkan tanda cek (v) di depan nomor pernyataan di dalam tanda kurung.
(           )  1. Saya senang belajar matematika
(           )  2. Matematika adalah segalanya buat saya
(           )  3. Jika ada pelajaran kosong, saya lebih suka belajar matematika
(           )  4. Belajar matematika menumbuhkan sikap kritis dan kreatif
(           )  5. Saya merasa pasrah terhadap ketidak-berhasilan saya dalam matematika
(           ) 6.  Penguasaan matematika akan sangat membantu dalam mempelajari bidang studi lain
(           )7.   Saya selalu ingin meningkatkan pengetahuan & kemampuan saya dalam matematika
(           )  8. Pelajaran matematika sangat menjemukan
(           )  9. Saya merasa terasing jika ada teman membicarakan matematika

D. SEMANTIK DIFERENSIAL
Skala diferensial yaitu skala untuk mengukur sikap, tetapi bentuknya bukan pilihan ganda maupun checklist, tetapi tersusun dalam satu garis kontinum di mana jawaban yang sangat positif terletak dibagian kanan garis, dan jawaban yang sangat negative terletak dibagian kiri garis, atau sebaliknya.
Data yang diperoleh melalui pengukuran dengan skala semantic differential adalah data interval. Skala bentuk ini biasanya digunakan untuk mengukur sikap atau karakteristik tertentu yang dimiliki seseorang.
Contoh : Penggunaan skala Semantik Diferensial mengenai gaya kepemimpinan kepala sekolah.
Demokrasi
7
6
5
4
3
2
1
Otoriter
Bertanggung Jawab
7
6
5
4
3
2
1
Tidak Bertanggung Jawab
Memberi Kepercayaan
7
6
5
4
3
2
1
Mendominasi
Menghargai Bawahan
7
6
5
4
3
2
1
Tidak Menghargai Bawahan
Keputusan Diambil Bersama
7
6
5
4
3
2
1
Keputusan Diambil Sendiri
Contoh lain : Penilaian pelajaran kimia
Menyenangkan  !……..!……..!……..!……..!……..!……..!……..!……..! Membosankan
Sulit                   !……..!……..!……..!……..!……..!……..!……..!……..! Mudah
Bermanfaat        !……..!……..!……..!……..!……..!……..!……..!……..! Sia-Sia
Menantang         !……..!……..!……..!……..!……..!……..!……..!……..! Menjemukan

E. PENILAIAN (RATING SCALE)
Data-data skala yang diperoleh melalui tiga macam skala yang dikemukakan di atas adalah data kualitatif yang dikuantitatifkan. Berbeda dengan rating scale, data yang diperoleh adalah data kuantitatif (angka) yang kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif. Seperti halnya skala lainnya, dalam rating scale responden akan memilih salah satu jawaban kuantitatif yang telah disediakan.
Rating scale lebih fleksibel, tidak saja untuk mengukur sikap tetapi dapat juga digunakan untuk mengukur persepsi responden terhadap fenomena lingkungan, seperti skala untuk mengukur status sosial, ekonomi, pengetahuan, kemampuan, dan lain-lain. Dalam rating scale, yang paling penting adalah kemampuan menterjemahkan alternative jawaban yang dipilih responden.
Contoh :
Kenyamanan ruang tunggu RSU Kartini :
5          4          3          2          1
Kebersihan ruang parkir RSU Kartini :
5          4          3          2          1

Jumat, 06 April 2018

PENILAIAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DALAM PEMBELAJARAN KIMIA

PENILAIAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DALAM PEMBELAJARAN KIMIA


KETERAMPILAN PROSES SAINS DALAM PEMBELAJARAN KIMIA
Keterampilan-keterampilan Proses Sains adalah keterampilan -keterampilan yang dipelajari siswa pada saat mereka melakukan inquiri ilmiah. Pada saat mereka terlibat aktif dalam penyelidikan ilmiah, mereka menggunakan berbagai macam keterampilan proses, bukan hanya satu metode ilmiah tunggal. Keterampilan-keterampilan proses sains dikembangkan bersama-sama dengan fakta-fakta, konsep-konsep, dan prinsip-prinsip sains.
Menurut Smith dan Welliver, pelaksanaan penilaian keterampilan proses dapat dilakukan dalam beberapa bentuk, diantaranya:
  1. Pretes dan postes.  Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa pada awal tahun sekolah. Penilaian ini bertujuan untuk menentukan kekuatan dan kelemahan dari masing-masing siswa dalam keterampilan yang telah diidentifikasi. Pada akhir tahun sekolah, guru melaksanakan tes kembali untuk mengetahui perkembangan skor siswa setelah mengikuti pembelajaran sains.
  2. Diagnostik. Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa pada awal tahun ajaran. Penilaian ini bertujuan untuk menentukan pada bagian mana siswa memerlukan bantuan dengan keterampilan proses. Kemudian guru merencanakan pelajaran dan kegiatan laboratorium yang dirancang untuk mengatasi kekurangan siswa.
  3. Penempatan kelas. Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa sebagai salah satu kriteria dalam penempatan kelas. Misalnya, criteria untuk memasuki kelas akselerasi, kelas sains atau kelas unggulan.
  4. Pemilihan kompetisis siswa. Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa sebagai kriteria utama dalam pemilihan siswa yang akan ikut dalam lomba-lomba sains. Jika siswa memiliki skor tes tinggi, maka dia akan dapat mengikuti lomba sains dengan baik.
  5. Bimbingan karir. Biasanya para peneliti melakukan uji coba menggunakan penilaian keterampilan proses sains untuk mengidentifikasi siswa yang memiliki potensi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dibina.
Penilaian keterampilan proses sains dilakukan dengan menggunakan instrumen yang disesuaikan dengan materi  dan tingkat perkembangan siswa atau tingkatan kelas (Rezba, 1999). Oleh karena itu, penyusunan instrumen penilaian harus direncanakan secara cermat sebelum digunakan.  Menurut Widodo (2009), penyusunan instrumen untuk penilaian terhadap keterampilan proses siswa dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
  1. Mengidentifikasikan jenis keterampilan proses sains yang akan dinilai.
  2. Merumuskan indikator untuk setiap jenis keterampilan proses sains.
  3. Menentukan dengan cara bagaimana keterampilan proses sains tersebut diukur (misalnya apakah tes unjuk kerja, tes tulis, ataukah tes lisan).
  4. Membuat kisi-kisi instrumen.
  5. Mengembangkan instrumen pengukuran keterampilan proses sains berdasarkan kisi-kisi yang dibuat. Pada saat ini perlu mempertimbangkan konteks dalam item tes keterampilan proses sains dan tingkatan keterampilan proses sains (objek tes)
  6. Melakukan validasi instrumen.
  7. Melakukan ujicoba terbatas untuk mendapatkan validitas dan reliabilitas empiris.
  8. Perbaikan butir-butir yang belum valid.
  9. Terapkan sebagai instrumen penilaian keterampilan proses sains dalam pembelajaran sains.
Keterampilan Proses Sains dalam pembelajaran kimia meliputi:
  1. Mengamati (observing)
Pengamatan adalah penggunaan indera-indera seseorang. Seorang mengamati dengan penglihatan, pendengaran, pengecapan, perabaan, dan pembauan. Beberapa perilaku yang dikerjakan siswa pada saat pengamatan adalah: (a) penggunaan indera-indera tidak hanya penglihatan; (b) pengorganisasian obyek-obyek menurut satu sifat tertentu; (c)pengidentifikasian banyak sifat; (d) pengidentifikasian perubahan-perubahan dalam suatu obyek; (e) melakukan pengamatan kuantitatif
Contoh:
Siswa mengamati gelembung gas dari electrode karbon dan nyala lampu dari lampu saat melaksanakan praktikum larutan elektrolit dan non elektrolit.dari berbagai jenis larutan.
  1. Menafsirkan (interpreting)
Menarik kesimpulan tentative dari data yang tercatat, termasuk ke dalamnya menemukan pola hubungan dari seperangkat data yang dikumpulkan; membedakan pernyataan yang menunjukkan kesimpulan dari pernyataan yang hanya mendeskripsikan hasil pengamatan; memilih data yang menunjang suatu kesimpulan
Contoh:
Manusia mempunyai zat kimia dalam saliva yang dapat mencerna pati. Zat ini disebut amilasa. Seorang ahli kimia mengukur banyaknya amilasa saliva dari tiga kelompok orang yang berbeda jenis makanan yang biasa dimakannya. Hasilnya dituliskan pada tabel di bawah ini
Amati hasil pengukuran diatas dan tentukan bagaimana saliva berhubungan dengan makanan yang dimakan
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
  1. Meramalkan (predicting)
Peramalan adalah pengajuan hasil-hasil yang mungkin dihasilkan dari suatu percobaan. Ramalan-ramalan didasarkan pada pengamatan-pengamatan dan inferensi-inferensi sebelumnya. Ramalan merupakan suatu pernyataan tentang pengamatan apa yang mungkin dijumpai di masa yang akan datang, sedangkan inferensi berupaya untuk memberikan alasan tentang mengapa suatu pengamatan terjadi. Beberapa perilaku yang dikerjakan siswa adalah:
(a) penggunaan data dan pengamatan yang sesuai;
(b) penafsiran generalisasi tentang pola-pola;
(c) pengujian kebenaran dari ramalan-ramalan yang sesuai.
Contoh :
Siwa dapat meramalkan berapa perkiraan waktu reaksi yang ditempuh jika diberikan kondisi terhadap konsentrasi, luas permukaan, suhu dan katalis pada praktikum laju reaksi
  1. Menggunakan konsep (using concepts)
Menggunakan generalisasi yang telah dipelajarinya pada situasi baru atau untuk menerangkan kasus nyata dari peristiwa kimia yang diamatinya.
Contoh:
Siswa dapat menghitung berapa besar laju reaksi berdasarkan data yang diperoleh dari hasil percobaan.
  1. Merancang penelitian (designing investigation)
Merancang kegiatan penelitian yang dilakukan untuk menguji hipotesis, yang meliputi pengenalan variabel-variabel: variabel penelitian, variabel control, variabel bebas, variabel terikat; penentuan cara pengamatan dan pengukuran apa yang perlu dilakukan;bagaimana menarik kesimpulan dari hasil pengamatan
Contoh:
Budi ditugasi menguji apakah warna merah muda pada daun bunga mawar merupakan zat murni atau campuran. Ia diberi beberapa instruksi untuk melakukan penyelidikan, tetapi urutannya harus ditata.
Tuliskan angka 1 pada kotak di depan instruksi yang harus dilakukan pertama kali, angka 2 di depan instruksi yang dilakukan kedua, dan seterusnya.
q  A. Menggerus pasir, aseton, dan daun bunga mawar
q  B. menuangkan cairan merah muda ke dalam gelas kimia
q  C. Menambahkan aseton, tetes demi tetes pada bagian tengah kertas saring
q  D. Menotolkan beberapa tetes cairan merah pada titik pusat kertas saring
  1. Mengkomunikansikan (communicating)
Pengkomunikasian adalah mengatakan apa yang diketahui seseorang dengan ucapan kata-kata, tulisan, gambar, demonstrasi, atau grafik. Jadi penting menyatakan sesuatu atau menulis data sejelas-jelasnya. Guru dapat membantu siswa dengan jalan memberi kesempatan sebanyak-banyaknya berlatih berkomunikasi dan membantu mereka mengevaluasi apa yang mereka katakan atau tulis. Beberapa perilaku yang dikerjakan siswa pada saat melakukan komunikasi adalah:
(a) pemaparan pengamatan atau dengan menggunakan perbendaharaan kata yang sesuai;
(b) pengembangan grafik atau gambar untuk menyajikan pengamatan dan peragaan data;
(c) perancangan poster atau diagram untuk menyajikan orang lain.
Contoh:
Siswa dapat menjelaskan tentang bagaimana cara membedakan larutan elektroli dan non elektrolit dari hail percobaan yang telah dilakukan.
Siswa dapat membuat tabel pengamatan yang memuat seluruh data yang diperoleh dari hasil percoban.

Jumat, 30 Maret 2018

BIJAKSANA SEBAGAI KEPALA LABORATORIUM DAN BIJAKSANA SEBAGAI LABORAN

BIJAKSANA SEBAGAI KEPALA LABORATORIUM DAN BIJAKSANA SEBAGAI LABORAN


 Teknisi umumnya adalah seseorang yang menguasai bidang teknologi tertentu yang lebih banyak memahami teori bidang tersebut dan juga teknisi itu biasanya berperan untuk beroperasinya peralatan laboratorium, disamping pemeliharaan dan perawatannya. Sedangkan laboran adalah unit pelaksana teknis yang bertanggung jawab menyediakan fasilitas laboratorium untuk kegiatan pendidikan.
            Tugas dan fungsi teknisi dan laboran ini sesuai dengan UU. NO.24 Tahun 2007

1.                  Tugas dan Fungsi Laboran
Tugas
Fungsi
1. Mendata alat dan bahan praktium
1. Mencatat alat-alat praktikum
2. Mencatat bahan praktikum
3. Mencatat kerusakan alat
4. Mencatat penggunaan alat dan bahan
2. Merawat ruangan laboratorium
1. Menjaga kebersihan laboratorium
2. Menata ruang laboratorium
3. Menjaga kebersihan alat

4. Menata alat dan bahan
3. Melayani kegiatan praktikum
1. Menyiapkan penuntun
2. Menyiapkan alat dan bahan praktikum
3. Menyiapkan alat pendukung praktikum
4. Melayani selama praktikum
5. Melaporkan kegiatan praktikum
6. Mencatat kehadiran guru dan siswa
4.  Menjaga kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium
1. Menjaga keamanan ruang laboratorium
2. Mengamankan alat dan bahan
3. Menangani limbah
4. Memberi P3K




2.                2. Tugas dan Fungsi Teknisi
Tugas
Fungsi
1. Merencanakan pemanfaatan laboratorium
1. Merencanakan kebutuhan bahan, peralatan dan suku cadang laboratorium
2. Memanfaatkan katalog sebagai acuan dalam perencana bahan dan peralatan laboratorium
2. Mengatur penyimpanan bahan, peralatan, perkakas dan suku cadang laboratorium
1.        Mencatat bahan, peralatan dan fasilitas laboratorium dengan memanfaatkan peralatan teknologi informasi dan komunikasi
2.        Mengatur tata letak bahan, peralatan dan fasilitas laboratorium
3.               Mengatur tata letak bahan, suku cadang dan perkakas untuk perawatan dan perbaikan laboratorium
3. Menyiapkan  kegiatan laboratorium
                  1. Menyiapkan petunjuk penggunaan peralatan laboratorium
                  2. Menyiapkan paket bahan dan rangakaian peralatanyang siap pakai untuk kegiatan praktikum
                  3. Menyiapkan penuntun kegiatan praktikum
4.              4. Merawat peralatan dan bahan di laboratorium
                  1. Mengidentifikasi kerusakan peralatan dan bahan laboratorium
                 2. Memperbaiki kerusakan peralatan laboratorium
5.               5. Menjaga kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium
                   1. Menjaga kesehatan diri dan lingkungan kerja
                  2. Menggunakan peralatan kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium
                   3. Menangani bahan-bahan berbahaya dan beracun sesuai dengan prosedur yang berlaku
                  4. Menangani limbah laboratorium sesuai dengan prosedur yang berlaku
                  5. Memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan




3.                3. Tugas dan Fungsi Kepala Labor
Tugas
Fungsi
1.                  1. Menginventarisasi bahan praktikum
                   1. Mencatat bahan laboratorium
                    2. Mencatat bahan penggunaan laboratorium
                   3. Melaporkan penggunaan bahan laboratorium
2.                  2. Mencatat kegiatan praktikum
1.        Mencatat kehadiran guru dan peserta didik
2.        Mencatat penggunaan alat
3.        Mencatat penggunaan penuntun praktikum
4.       Mencatat kerusakan alat
5.        Melaporkan keseluruhan kegiatan praktikum secara periodik
3.                  3. Merawat ruang laboratorium
1. Merawat ruang laboratorium
2.  Menjaga kebersihan ruangan laboratorium
3.  Mengamankan ruang laboratorium
4.                  4. Mengelola bahan dan peralatan laboratorium
1.         Mengklasifikasikan bahan dan peralatan praktikum
2.         Menata bahan dan peralatan praktikum
3.         Mengidentifikasi kerusakan bahan, perlatan dan fasilitas laboratorium
              Menjaga kebersihan alat laboratorium
                  Mengamankan bahan dan peralatan laboratorium
5. Melayani kegiatan praktikum
           1. Menyiapkan bahan sesuai dengan penuntun praktikum
2.        Menyiapkan peralatan sesuai dengan penuntun praktikum
3.         Melayani guru dan peserta didik dalam pelaksanaan praktikum
4.         Menyiapkan kelengkapan pendukung praktikum (lembar kerja, lembar rekam data, dan lain-lain)
6.                  6. Menjaga kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium
1.                  Menjaga kesehatan diri dan lingkungan kerja
2.                  Menggunakan peralatan kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium
3.                  Menangani bahan bahan berbahaya dan beracun sesuai dengan prosedur yang berlaku
4.                  Menangani limbah laboratorium sesuai dengan prosedur yang berlaku
5.                  Memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan
Tugas dan Fungsi Teknisi
Tugas
Fungsi
1. Merencanakan pemanfaatan laboratorium
1. Merencanakan kebutuhan bahan, peralatan dan suku cadang laboratorium
2. Memanfaatkan katalog sebagai acuan dalam perencana bahan dan peralatan laboratorium
2. Mengatur penyimpanan bahan, peralatan, perkakas dan suku cadang laboratorium
1.        Mencatat bahan, peralatan dan fasilitas laboratorium dengan memanfaatkan peralatan teknologi informasi dan komunikasi
2.        Mengatur tata letak bahan, peralatan dan fasilitas laboratorium
3.               Mengatur tata letak bahan, suku cadang dan perkakas untuk perawatan dan perbaikan laboratorium
3. Menyiapkan  kegiatan laboratorium
                  1. Menyiapkan petunjuk penggunaan peralatan laboratorium
                  2. Menyiapkan paket bahan dan rangakaian peralatanyang siap pakai untuk kegiatan praktikum
                  3. Menyiapkan penuntun kegiatan praktikum
4.              4. Merawat peralatan dan bahan di laboratorium
                  1. Mengidentifikasi kerusakan peralatan dan bahan laboratorium
                 2. Memperbaiki kerusakan peralatan laboratorium
5.               5. Menjaga kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium
                   1. Menjaga kesehatan diri dan lingkungan kerja
                  2. Menggunakan peralatan kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium
                   3. Menangani bahan-bahan berbahaya dan beracun sesuai dengan prosedur yang berlaku
                  4. Menangani limbah laboratorium sesuai dengan prosedur yang berlaku
                  5. Memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan




3.                3. Tugas dan Fungsi Kepala Labor
Tugas
Fungsi
1.                  1. Menginventarisasi bahan praktikum
                   1. Mencatat bahan laboratorium
                    2. Mencatat bahan penggunaan laboratorium
                   3. Melaporkan penggunaan bahan laboratorium
2.                  2. Mencatat kegiatan praktikum
1.        Mencatat kehadiran guru dan peserta didik
2.        Mencatat penggunaan alat
3.        Mencatat penggunaan penuntun praktikum
4.       Mencatat kerusakan alat
5.        Melaporkan keseluruhan kegiatan praktikum secara periodik
3.                  3. Merawat ruang laboratorium
1. Merawat ruang laboratorium
2.  Menjaga kebersihan ruangan laboratorium
3.  Mengamankan ruang laboratorium
4.                  4. Mengelola bahan dan peralatan laboratorium
1.         Mengklasifikasikan bahan dan peralatan praktikum
2.         Menata bahan dan peralatan praktikum
3.         Mengidentifikasi kerusakan bahan, perlatan dan fasilitas laboratorium
              Menjaga kebersihan alat laboratorium
                  Mengamankan bahan dan peralatan laboratorium
5. Melayani kegiatan praktikum
           1. Menyiapkan bahan sesuai dengan penuntun praktikum
2.        Menyiapkan peralatan sesuai dengan penuntun praktikum
3.         Melayani guru dan peserta didik dalam pelaksanaan praktikum
4.         Menyiapkan kelengkapan pendukung praktikum (lembar kerja, lembar rekam data, dan lain-lain)
6.                  6. Menjaga kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium
1.                  Menjaga kesehatan diri dan lingkungan kerja
2.                  Menggunakan peralatan kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium
3.                  Menangani bahan bahan berbahaya dan beracun sesuai dengan prosedur yang berlaku
4.                  Menangani limbah laboratorium sesuai dengan prosedur yang berlaku
5.                  Memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan
Tugas dan Fungsi Teknisi
Tugas
Fungsi
1. Merencanakan pemanfaatan laboratorium
1. Merencanakan kebutuhan bahan, peralatan dan suku cadang laboratorium
2. Memanfaatkan katalog sebagai acuan dalam perencana bahan dan peralatan laboratorium
2. Mengatur penyimpanan bahan, peralatan, perkakas dan suku cadang laboratorium
1.        Mencatat bahan, peralatan dan fasilitas laboratorium dengan memanfaatkan peralatan teknologi informasi dan komunikasi
2.        Mengatur tata letak bahan, peralatan dan fasilitas laboratorium
3.               Mengatur tata letak bahan, suku cadang dan perkakas untuk perawatan dan perbaikan laboratorium
3. Menyiapkan  kegiatan laboratorium
                  1. Menyiapkan petunjuk penggunaan peralatan laboratorium
                  2. Menyiapkan paket bahan dan rangakaian peralatanyang siap pakai untuk kegiatan praktikum
                  3. Menyiapkan penuntun kegiatan praktikum
4.              4. Merawat peralatan dan bahan di laboratorium
                  1. Mengidentifikasi kerusakan peralatan dan bahan laboratorium
                 2. Memperbaiki kerusakan peralatan laboratorium
5.               5. Menjaga kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium
                   1. Menjaga kesehatan diri dan lingkungan kerja
                  2. Menggunakan peralatan kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium
                   3. Menangani bahan-bahan berbahaya dan beracun sesuai dengan prosedur yang berlaku
                  4. Menangani limbah laboratorium sesuai dengan prosedur yang berlaku
                  5. Memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan




3.                3. Tugas dan Fungsi Kepala Labor
Tugas
Fungsi
1.                  1. Menginventarisasi bahan praktikum
                   1. Mencatat bahan laboratorium
                    2. Mencatat bahan penggunaan laboratorium
                   3. Melaporkan penggunaan bahan laboratorium
2.                  2. Mencatat kegiatan praktikum
1.        Mencatat kehadiran guru dan peserta didik
2.        Mencatat penggunaan alat
3.        Mencatat penggunaan penuntun praktikum
4.       Mencatat kerusakan alat
5.        Melaporkan keseluruhan kegiatan praktikum secara periodik
3.                  3. Merawat ruang laboratorium
1. Merawat ruang laboratorium
2.  Menjaga kebersihan ruangan laboratorium
3.  Mengamankan ruang laboratorium
4.                  4. Mengelola bahan dan peralatan laboratorium
1.         Mengklasifikasikan bahan dan peralatan praktikum
2.         Menata bahan dan peralatan praktikum
3.         Mengidentifikasi kerusakan bahan, perlatan dan fasilitas laboratorium
              Menjaga kebersihan alat laboratorium
                  Mengamankan bahan dan peralatan laboratorium
5. Melayani kegiatan praktikum
           1. Menyiapkan bahan sesuai dengan penuntun praktikum
2.        Menyiapkan peralatan sesuai dengan penuntun praktikum
3.         Melayani guru dan peserta didik dalam pelaksanaan praktikum
4.         Menyiapkan kelengkapan pendukung praktikum (lembar kerja, lembar rekam data, dan lain-lain)
6.                  6. Menjaga kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium
1.                  Menjaga kesehatan diri dan lingkungan kerja
2.                  Menggunakan peralatan kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium
3.                  Menangani bahan bahan berbahaya dan beracun sesuai dengan prosedur yang berlaku
4.                  Menangani limbah laboratorium sesuai dengan prosedur yang berlaku
5.                  Memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan
nah dari penjelasan di atas jelas terlihat tugas-tugas yang sdh di tetapkan antara laboran teknisi labor dan kepala labor. jadi jika di hubungkan dengan kebijaksanaan antara labor dan kepala laor adalah :
kepala labor harus bijaksana dalam : 
1. harus bijaksana dalam mengatur jadwal pemakaian labor
2. harus bijakksana dalam mendipsiplinkan guru dan siswa pada saat menggunakan labor
3. harus mampu mendipsiplinkan tenaga laboran dan teknisi laboran dalam melaksanakan tugasnya
4. mengetahui kekurangan yang ada di labor
5. dapat mengambil keputusan yang tepat dan cepat dan tidak merugikan daam memajukan kedipsiplinan labor.

sedangkan laboran adalah :
1.laboran harus bijaksana dalam penggunaan alat dan bahan pada saat praktikum terjadi sehingga tidak terjadi pemakaian bahan yang berlebihan
2. laboran harus bijaksana dalam menekankan peraturan yang ada pada labor seperti pemakaian jas lab [ada saat praktikum, menggunakan spatu kats dan setelah praktikum selesai laboran mampu membimbing dan mengontrol siswa dalam pembersian alat dan bahan serta dapat di kembalikan ketempat nya.